Kamis, 09 Maret 2017

Jeda Waktu

Hanyut di detak waktu berdetak
Kali ini sepi ajak aku berbincang
Waras? sapanya untukku
mungkin ini soal persepsi,
lihat lah, kosong hanya terduduk di ujung sana mencari sisa-sisa keramaian di puing memorinya yang kosong.

Aku kira saatnya pergi,
Waras? sapanya sekali lagi
Mungkin...

Selasa, 28 Februari 2017

Aku Pergi Sebentar

Abu-abu kelam,
kemudian menghitam,
lalu tenggelam,
dan terbitlah malam.

Jejangkrik keluar berkeliar
aroma malam kian menjepit hidung
masih saja kau memperadukan pertanyaan tak bertuan,
memperdebatkan jawaban tak bertuah

Sudahlah...
Pulang saja ke keranjang sampah!
sepertinya makan malam telah siap tersantap.
Ma... Pa... Aku pulang

Selasa, 14 Februari 2017

Siklus Hujan

Awalnya hanya putih dan sedikit,
perlahan kemudian menggumpal lalu menebal.
Ramai, bergerombol,
di sela-selanya tumbuh titik air.
sedikit lalu rintik, rintik lalu deras

Hujan memang punya cerita sendiri,
genangi kubangan fantasi sedari tadi.
Riuh suara rintik bersahut malam,
dan kopimu sudah mulai dingin teman.

Minggu, 12 Februari 2017

Balada Senja Tabu

Tabu kini hanya sepenggal kisah pilu,
dari waktu yang terbuang di keranjang sampah.
Darinya yang kini entah kemana rimbanya,
Berjuang terpantang terkenang

Rona jingga kini menyambar berkobar,
menang surut turut memudar,
leleh mentari larutkan senja
Gagah abu-abu meraja kini.

Sabtu, 11 Februari 2017

Dini Hari

Embun...
Hadirmu dingin,
saat makhluk lain masih terjepit mayanya.
saat sang raja masih enggan menaiki singgasananya.

Hadirmu kini dianggap maya
yang tak pernah hadir menyapa.

Senin, 06 Februari 2017

Waktu

Langit hari itu kelabu, abu-abu,
namun enggan menitikkan hujannya
saat aku menunggu di persimpangan yang mulai dipenuhi belukar.
Janjimu tiga.
Sekarang telah lima,
dan ini bukan soal waktu.

Rabu, 25 Januari 2017

Kembali

Perlahan mentari terbenam,
samarkan cahaya jingga tarikku pulang.
Bersama kabut tipis petang itu,
Tanpa tanya...
Cukup cari saja aku dalam rindumu.